July 17, 2024

Jean Piaget adalah seorang psikolog Swiss yang terkenal dengan teori perkembangan kognitifnya yang berpengaruh. Teori ini menjelaskan bagaimana anak-anak membangun pemahaman tentang dunia mereka melalui serangkaian tahap perkembangan. Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif anak terjadi dalam empat tahap utama, yang masing-masing ditandai oleh perubahan cara berpikir dan pemahaman anak. Berikut adalah penjelasan mengenai keempat tahap perkembangan kognitif tersebut.

1. Tahap Sensorimotor (0-2 Tahun)

Deskripsi

Tahap sensorimotor berlangsung dari lahir hingga sekitar usia dua tahun. Pada tahap ini, anak belajar tentang dunia melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan mereka.

Ciri-ciri Utama

  • Pengembangan Skema Dasar

Bayi mulai mengembangkan skema dasar, yaitu pola pikir yang digunakan untuk memahami dan merespons lingkungan.

  • Objek Permanen

Sekitar usia 8-12 bulan, anak mulai memahami konsep objek permanen, yaitu pengertian bahwa benda tetap ada meskipun tidak terlihat.

  • Eksplorasi Aktif

Anak-anak di tahap ini cenderung mengeksplorasi lingkungan mereka melalui indra dan gerakan, seperti meraih, menggenggam, dan menghisap.

Contoh

Seorang bayi yang berulang kali menjatuhkan mainan untuk melihat apakah mainan tersebut akan kembali muncul menunjukkan eksplorasi aktif dan pembelajaran tentang objek permanen.

2. Tahap Praoperasional (2-7 Tahun)

Deskripsi

Tahap praoperasional berlangsung dari usia dua hingga sekitar tujuh tahun. Pada tahap ini, anak mulai menggunakan bahasa dan berpikir secara simbolis, namun mereka masih belum bisa melakukan operasi mental yang kompleks.

Ciri-ciri Utama

  • Egocentrisme

Anak-anak di tahap ini cenderung egosentris, yaitu sulit memahami perspektif orang lain.

  • Berpikir Simbolis

Anak mulai menggunakan simbol, seperti kata-kata dan gambar, untuk mewakili objek dan pengalaman.

  • Intuisi Lebih dari Logika

Pemikiran anak-anak sering kali didasarkan pada intuisi dan persepsi daripada logika yang konsisten.

Contoh

Seorang anak yang bermain rumah-rumahan dan menggunakan blok sebagai “makanan” atau “mobil” menunjukkan kemampuan berpikir simbolis.

3. Tahap Operasional Konkret (7-11 Tahun)

Deskripsi

Tahap operasional konkret berlangsung dari usia tujuh hingga sekitar sebelas tahun. Pada tahap ini, anak mulai berpikir logis tentang peristiwa konkret tetapi masih kesulitan dengan konsep abstrak.

Ciri-ciri Utama

  • Klasifikasi dan Seriasi

Anak mulai mampu mengklasifikasikan objek ke dalam kategori dan mengatur objek dalam urutan berdasarkan karakteristik tertentu.

  • Konservasi

Anak memahami bahwa kuantitas suatu benda tidak berubah meskipun bentuk atau tampilannya berubah.

  • Berpikir Logis

Pemikiran anak menjadi lebih logis dan sistematis dalam situasi konkret.

Contoh

Seorang anak yang dapat memahami bahwa jumlah air tetap sama meskipun dituangkan ke dalam gelas dengan bentuk berbeda menunjukkan pemahaman tentang konsep konservasi.

4. Tahap Operasional Formal (11 Tahun ke Atas)

Deskripsi

Tahap operasional formal dimulai sekitar usia sebelas tahun dan berlanjut hingga dewasa. Pada tahap ini, kemampuan berpikir abstrak dan hipotesis berkembang.

Ciri-ciri Utama

  • Pemikiran Abstrak

Anak mulai mampu berpikir tentang konsep-konsep abstrak dan hipotesis.

  • Pemecahan Masalah yang Sistematis

Anak dapat menggunakan metode ilmiah dan berpikir logis untuk memecahkan masalah.

  • Pertimbangan Berbagai Perspektif

Anak mampu mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan berpikir kritis.

Contoh

Seorang remaja yang dapat mengembangkan hipotesis tentang hasil eksperimen sains dan mengujinya menunjukkan kemampuan berpikir abstrak dan pemecahan masalah yang sistematis.

Teori perkembangan kognitif Jean Piaget memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami bagaimana anak-anak belajar dan berkembang. Setiap tahap perkembangan mencerminkan perubahan signifikan dalam cara anak-anak berpikir dan memahami dunia. Dengan mengenali tahap-tahap ini, orang tua dan pendidik dapat memberikan dukungan yang sesuai untuk membantu anak mencapai potensi penuh mereka. Pemahaman tentang teori Piaget juga memungkinkan kita untuk menghargai proses belajar yang unik pada setiap tahap perkembangan anak.